Minggu, 08 Desember 2013

the sixth assignment

Proverbs
  1. Actions speak louder than words: jangan hanya bicara, tunjukkan dengan perbuatan.
  2. All that glitters is not gold: penampilan bisa menipu.
  3. The apple doesn't fall far from the tree: buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.
  4. Barking dogs seldom bite: air beriak tanda tak dalam.
  5. Better late than never: lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.
  6. The bigger they are, the harder they fall: lebih besar dan kuat lawan maka akan lebih sulit untuk dikalahkan.
  7. A bird in the hand is worth two in the bush: lebih baik menjaga apa yang dimiliki daripada kehilangannya demi mencari sesuatu yang lebih baik.
  8. Birds of a feather flock together: orang-orang berteman karena memiliki kesamaan.
  9. Clothes do not make the man: penampilan bisa menipu.
  10. Don't bite off more than you can chew: besar pasak daripada tiang.

Idioms
  1. more by accident than by design: karena keberuntungan dan bukan karena kemampuan.
  2.  add fuel to the flames: memperkeruh suasana / membuat masalah semakin buruk.
  3. in black and white: (perjanjian, kontrak, pernyataan) secara resmi
  4. black mood: sangat tidak senang.
  5.  eat someone alive: mengkritik seseorang dengan sangat marah.
  6. face that would stop a clock: wajah yang sangat buruk.
  7. look like a million dollars: terlihat atau merasa sangat baik karena sesuatu yang mahal.
  8. catch someone's eye: menarik perhatian seseorang.
  9. in the eye of the storm:
  10. hang up one's boots: berhenti melakukan sesuatu yang telah lama dilakukan / pensiun

The Fifth Assignment

9 Kesalahan Kecil dalam Penerjemahan yang Menyebabkan Masalah Besar

Hal yang terpenting dalam sebuah penerjemahan adalah kejelasan makna. Pekerjaan sebagai penerjemah adalah bukan hal yang mudah. Berikut adalah beberapa contoh kasus dari sedikit kesalahan dalam terjemahan yag menyebabkan masalah besar:

1. Tujuh puluh satu juta dolar

Pada tahun 1980, Ramirez dibawa ke rumah sakit di Florida dalam keadaan koma. Keluarga Ramirez yang hanya bisa berbicara dalam bahasa Spanyol mencoba mendiskripsikan keadaan Ramirez kepada paramedis. Sayangnya, seorang staf penerjemah bilingual melakukan kesalahan dalam menerjemahkan kata “intoxicado” yang berarti keracunan dengan “intoxicated” yang berarti mabuk atau overdosis. Dokter kemudian memberikan perawatan layaknya penderita overdosis, walaupun pada kenyataannya Ramirez menderita pendarahan dalam otak. Kesalahan tersebut menyebabkan keluarga Ramirez harus menanggung biaya malpraktik sebesar 71 juta dollar.

2.  Nafsu anda pada masa depan

Ketika Presiden Carter melakukan kunjungan ke Polandia, negara mempekerjakan seorang penerjemah Rusia yang tahu bahasa Polandia. Namun, kesalahan penerjemahan terjadi ketika Carter mengucapkan “ketika saya meninggalkan Amerika” diterjemahkan menjadi “ketika saya ditinggalkan Amerika.” Kesalahan lain terjadi ketika Carter mengucapkan “keinginan anda pada masa depan”, ditrjemahkan menjadi “nafsu anda pada masa depan.”

3. Kami akan mengubur anda

Perdana Menteri Soviet yang menyatakan “kami akan hidup lebih lama dari anda” atau “kami akan hidup untuk melihat anda terkubur” dalam pidatonya pada puncak perang dingin antara Soviet dan AS, diterjemahkan menjadi “kami akan mengubur anda” telah membuat ketegangan antara Soviet dan AS meningkat. AS menjadi ketakutan akan serangan nuklir dari Soviet akibat kesalahan penerjemahan tersebut.

4. Tidak melakukan apa-apa

Bank HSBC pada tahun 2009 melakukan kampanye pergantian nama (rebranding) sebesar 10 juta dolar. Hal ini dikarenakan slogan mereka “anggap bukan apa-apa” diterjemahkan menjadi “tidak melakukan apa-apa” di beberapa negara.

5. Kekacauan pasar

Dolar Amerika turun setelah menyebarnya kesalahan penerjemahan dalam artikel dari  Guan Xiangdong dari China News Service. Artikel asli yang sebenarnya hanyalah gambaran spekulatif dari laporan keuangan, namun ditermejahkan menjadi otoritatif dan nyata.

6. Apa yang di kepala Musa?

St Jerome mempelajari bahasa Ibrani dan berusaha menerjemahkan Perjanjian Lama dalam bahasa Ibrani menjadi bahasa Latin. Kesalahan terjadi ketika menerjemahkan “karan” atau “cahaya” menjadi “keren” atau “tanduk”. Kesalahan penerjemahan tersebut terus dipakai oleh ratusan penerjemahan berikutnya dan menjadi kesalahan yang sangat terkenal. Karena adanya kesalahan tersebut muncullah patung Musa yang bertanduk yang menjadi gambaran aneh bagi orang Yahudi.

7. Cokelat untuk dia

Sebuah perusahaan cokelat yang berusaha untuk mendorong orang di Jepang untuk merayakan Valentine. Namun karena kesalahpahaman penerjemahan, orang-orang memahami bahwa wanita harus memberikan cokelat pada pria yang disayangi pada hari libur di tanggal 14 Februari. Sedangkan pria akan membalasnya pada tnggal 14 Maret. 

8. Kamu harus melawan Sheng Long (Sheng panjang)

Salah satu karakter yang ada dalam permainan Street Fighter II mengatakan, “jika kamu tidak bisa mengatasi pukulan Rising Dragon, maka kamu tidak bisa menang”. Kesalahan penerjemahan yang terjadi pada frasa “Rising Dragon” yang diterjemahkan menjadi “Sheng Long” memunculkan asumsi bahwa terdapat karakter baru dalam game tersebut. Para pemain permainan ini gila-gilaan mencari karakter tersebut, namun tidak pernah ditemukan. Hal itu hanya membuang-buang waktu.

9. Masalah di Waitangi

Pemerintah Inggris dan Kepala suku Maori melakukan penandatanganan perjanjian dalam bahasa yang berbeda. Dalam bahasa inggris, perjanjian itu menyebutkan bahwa suku Maori menyerahkan hak dan kekuasaan kedaulatannya tanpa syarat kepada Ratu Inggris. Sedangkan pada perjanjian yang ditandatangani kepala suku Maori menyebutkan bahwa mereka tidak menyerahkan kedulatan, tetapi pemerintahan. Mereka pikir mereka mndapatkan sistem hukum yang legal, tetapi tetap berhak untuk memerintah sendiri. Sampai saat ini perjanjian tersebut masih dipelajari lebih lanjut.

source: http://mentalfloss.com/article/48795/9-little-translation-mistakes-caused-big-problems


Bahasa dan Gaya Bahasa - Penerjemahan

Jika anda bekerja sebagai jurnalis yang dihadapkan pada masyarakat yang menggunakan berbagai macam bahasa, maka anda mungkin harus bekerja dengan menggunakan lebih dari satu bahasa. Hal itu memungkinkan anda untuk menerjemahkan satu teks dari bahasa tertentu menjadi bahasa yang lain. Menerjemahkan tidak akan menjadi sulit apabila anda menguasai kedua bahasa tersebut dan mengikuti beberapa aturan sederhana. Bahasa yang akan anda terjemahkan adalah bahasa sumber, sedangkan bahasa hasil terjemahan adalah bahasa sasaran.

Prinsip penerjemahan

Prinsip dari penerjemahan adalah menyampaikan makna dari suatu bahasa dalam bahasa yang lain, bukan menerjemahkan dengan kata per kata. Ini dikarenakan setiap bahasa memiliki tata bahasa dan susunan kata yang berbeda, bahkan terdapat beberapa kata dalam suatu bahasa yang tidak memiliki persamaan dalam bahasa yang lainnya.

Langkah sederhana dalam menerjemahkan:

  1. Baca seluruh cerita hingga akhir dan pahami isi ceritanya. Anda tidak dapat menerjemhkan cerita tersebut apabila anda tidak memahami isi ceritanya. Jika ada beberapa kata dan frasa yang tidak anda ketahui maknanya, maka anda harus mencari tahu maknanya terlebih dahulu.
  2. Buatlah rancangan (draft) terjemahan pertama. Cobalah menerjemahkan seluruh makna yang ada dalam cerita, jangan menerjemahkan dengan kata per kata.
  3. Mulailah memperbaiki atau memoles rancangan (draft) penerjemahan yang telah anda buat. Jangan merubah makna dari cerita aslinya. Pastikan bahwa terjemahan anda dapat dipahami dengan mudah dalam bahasa sasaran.
  4. Bandingkan hasil terjemahan anda dengan sumber aslinya untuk memastikan bahwa anda menerjemahkan secara akurat. Anda dapat membuat penyesuaian rincian kata-kata dan frasa dalam langkah ini.
Padanan yang salah

Kita harus berhati-hati dengan kata-kata yang kita sebut dengan false friend (padanan yang salah). Ini merupakan kata-kata yang biasanya kita pertahankan bentuknya dari bahasa sumber, karena tidak tahu padanan kata atau frase yang benar. Kadang jika kita menemui kata dalam bahasa sumber yang tidak ada padananya dalam bahasa sasaran, kita bisa menggunakan frase. Namun jika menghadapi masalah seperti ini, sebaiknya anda bertanya kepada ahlinya atau rekan kerja untuk menentukan terjemahan yang benar.

Kamus

Kita tidak dapat melakukan penerjemahan terhadap kata yang berdiri sendiri (isolated). Hal ini karena kita dapat mengetahui makna dalam bahasa sumber tergantung penngunaannya dalam setiap konteks, sehingga anda harus melakukan penerjemahan secara konstektual. Kamus yang baik adalah kamus yang mendefinisikan kata dalam berbagai situasi. Jika anda memiliki kesulitan dalam menerjemahkan sehingga terjemahan anda terlihat aneh, sebaiknya mintalah saran kepada rekan anda untuk menghindari hasil terjemahan yang konyol. Karena anda mungkin tidak tahu penggunaan setiap kata terutama penggunaan bahasa gaul yang tidak ada di kamus.

Gaya penulisan


  1. Anda cukup memahami bahasa target dengan baik untuk mengetahui apakah terjemahan anda benar atau tidak.
  2. Anda tidak perlu mengikuti susunan kata dalam tata bahasa yang ada dalam bahasa sumber, kecuali apabila maknanya sama dengan bahasa target.
  3. Anda tidak harus menggunakan semua kata yang ada dalam teks bahasa sumber apabila dengan penggunaan bahasa target anda sudah cukup untuk memahami makna teks tersebut.
  4. Jangan takut menggunakan kata-kata yang lebih dalam terjemahan anda daripada dalam bahasa sumbernya.

Beberapa masalah lain dalam penerjemahan antara lain:

Linking Words(kata penghubung)

Kata-kata seperti “meskipun, tapi, bahkan, dll” penting karena mereka digunakan untuk menunjukaan hubungan antar klausa dalam kalimat. Jika terdapat kesalahan dalam penerjemahannya maka akan mempengaruhi makna dalam kalimat tersebut.

Kata Kerja

Misalnya untuk arti pada kata “can, may, must, dan should”. Jika kita merasa tidak yakin, sebaiknya hindari penggunaan kata-kata tersebut secara bersamaan dan ungkapkan dengan kata yang berbeda.

Ketelitian

Beberapa bahasa lebih teliti dari yang lain dalam hal-hal tertentu. Misalnya, di Papua Nugini mempunyai 10 macam istilah untuk mendeskripsikan beraneka kentang manis.

Keambiguan.

Kadang-kadang makna yang tepat dalam bahasa sumber ambigu pada bahasa sasaran, dalam hal ini anda harus waspada.

Nama dan Gelar

Ada dua cara orang menggunakan nama ( atau judul ). Yang pertama adalah untuk mengidentifikasi tempat atau orang, yang kedua adalah untuk menjelaskan fungsi mereka.

Terjemahan selama pengumpulan berita

Pekerjaan anda mungkin mengharuskan anda untuk melakukan wawancara pada satu bahasa dan kemudian menulisnya ke dalam bahasa lain. Cara terbaik adalah melakukan wawancara pada penduduk dengan bahasa asli mereka dan membuat catatan. Anda kemudian dapat menerjemahkan hasil wawancara anda ke dalam bahasa Inggris ketika anda menulisnya. Anda dapat memeriksa cerita anda kembali dengan mereka dalam bahasa lokal untuk memastikan bahwa anda memiliki fakta-fakta yang benar.
Apabila anda mahir pada masing-masing bahasa tersebut, anda bisa mendengarkan bahasa lokal mereka sambil membuat catatan dalam bahasa Inggris. Tapi ingat, dalam menerjemahkan anda juga harus konsentrasi pada apa yang dikatakan warga untuk mengantisipasi jika mereka memproduksi kesalahan. Mintalah kepada warga untuk berbicara dengan pelan sehingga kamu bisa mencatatatnya, dan periksa kembali dengan menerjemahkan catatanmu kepada warga dalam bahasa lokal mereka. Wartawan radio dan televisi dapat mengatasi masalah ini dengan menggunakan tape recorder mereka, tetapi wartawan surat kabar mungkin juga membutuhkan tape recorder dalam situasi seperti itu . Sebaiknya anda tetap  membuat catatan , tetapi  tape recorder juga berguna pada saat yang sama sehingga anda dapat memeriksa kemudian memastikan apakah anda membuat terjemahan yang benar selama wawancara.


Minggu, 24 November 2013

assignment 4


Analysis of Translation Technique

Cooking Instruction of La Fonte Pazto Macaroni Chicken Mushroom

English Text
Indonesian Text
Analysis of Translation Techniques
Cooking instruction:
Cara Memasak:
Single technique:
  1. Transposition technique because "cooking instruction" actually means "memasak cara", but it was translated by changing the grammatical category into "cara memasak".

Pour macaroni and solid ingredients into 400 ml boiled water for 3 minutes, stir occasionally.
Masukkan makaroni dan bahan pelengkap ke dalam 400 cc (2 gelas) air mendidih selama 3 menit, aduk sesekali.
Couplet technique:
  1. Literal technique because it was translated based on the sentence pattern (by word for word).
  2. Descriptive technique because it gives the information about how to measure the water “400 ml” into “400 cc (2 gelas)”

Take out macaroni from water and drained well.
Keluarkan makaroni dan bahan pelengkap dari air mendidih dan tiriskan.
Single technique:
  1. Addition technique because it added the phrase “dan bahan pelengkap”  which is not exist in the original text. Then the phrase  “water”translated into “air mendidih

Mix macaroni with seasoning powder, seasoning oil, and milk powder, stir well, serve immediately.
Campurkan makaroni dengan bumbu, minyak, dan susu bubuk, aduk hingga merata, hidangkan selagi hangat.
Quadruplet technique:
  1. Generalization Technique because it was translated using term that familiar (more general and neutral) in target language. There is “seasoning powder” which translated into “bumbu”.
  2. Reduction technique because the phrase “seasoning oil” was translated into “minyak”. It reduces the word “seasoning”.
  3. Literal technique because the phrase translated word by word, such as “milk powder” was translated into “susu bubuk”.
  4. Discursive technique because the phrase “serve immediately” translated into “hidangkan selagi hangat”. It does not have the continuity between the two phrases.



Source: La Fonte .pazto. Macaroni Chicken Mushroom

Minggu, 17 November 2013

Translation Procedures

There are some procedures in translating text which introduced by Nida (1964):
I.                    Technical procedure
Technical prcedures: applied by the translator used technically. Not directly translate a text but also reas and understand it first.
a.       Analysis of the source and target languages;
b.      A through study of the source language text before making attempts translate it. Find the difficulties and technical terms which appear in the text.
c.       Making judgements of the semantic and syntactic (sentence structure) approximations. Deciding the meaning and sentence structures.

II.                  Organizational procedures
Translation results should be evaluated constantly. The translators can contrast their works from the same text with another translator’s work and ask the target language reader to give constructive feedback for their translation works.
Newmark (1988b) shows the difference between translation methods and translation procedures. He writes that, "while translation methods relate to whole texts, translation procedures are used for sentences and the smaller units of language" (p.81). there are some translation methods which we know from him. For example, Word-for-word translation, Literal translation, Faithful translation, Free translation, Idiomatic translation, Communicative translation, etc.
Newmark (1991:10-12) writes of a continuum existing between "semantic" and "communicative" translation. Any translation can be "more, or less semantic—more, or less, communicative—even a particular section or sentence can be treated more communicatively or less semantically." Both seek an "equivalent effect." Zhongying (1994: 97), who prefers literal translation to free translation, writes that, "[i]n China, it is agreed by many that one should translate literally, if possible, or appeal to free translation."
Clarifying the distinction between procedure and strategy, the next section is allotted to discussing the procedures of translating culture-specific terms, and strategies for rendering allusions will be explained in detail.

2.1. Procedures of translating culture-specific concepts (CSCs)

Graedler (2000:3) introduces four procedures for translating CSCs:
1.            Making up a new word.
2.            Explaining the meaning of the SL expression in lieu of translating it.
3.            Preserving the SL term intact.
4.            Opting for a word in the TL which seems similar to or has the same "relevance" as the SL term.
The following are four major techniques for translating CBTs from Harvey (2000):
1.       Functional Equivalence: means using a referent in the TL culture whose function is similar to that of the source language (SL) referent.
2.       Formal Equivalence or 'linguistic equivalence': means a 'word-for-word' translation.
3.       Transcription or 'borrowing': reproducing or, where necessary, transliterating the original term. Usually, transcription is accompanied by an explanation or a translator's note.
4.       Descriptive or self-explanatory: It uses generic terms (not CBTs) to convey the meaning. Involving the original SL to prevent the misunderstanding/ambiguity will be helpful.

These are the different translation procedures that proposed by  Newmark (1988b):
1.       Transference: it is the process of transferring an SL word to a TL text. It includes transliteration and is the same as what Harvey (2000:5) named "transcription."
Example : People's names and place names and the like are usually transferred, except in those cases where a conventional translation exists.
2.       Naturalization: it adapts the SL word first to the normal pronunciation, then to the normal morphology of the TL. (Newmark, 1988b:82)
Example : You can often do this with names of concepts in the humanistic sciences such as '-ism'-words.
3.       Cultural equivalent: it means replacing a cultural word in the SL with a TL one. however, "they are not accurate" (Newmark, 1988b:83)
Example : “aftenkaffe” may be translated into “high tea” even though it is not the same thing at all. A lot of translators use cultural equivalents when dealing with institutional and educational terms. For instance, “master's degree” translates into “kandidatuddannelsen”, and “gymnasiet” into “high school”.
4.       Functional equivalent: it requires the use of a culture-neutral word. (Newmark, 1988b:83) Example : “folketinget” could be translated into “Danish parliament”.
5.       Descriptive equivalent: in this procedure the meaning of the CBT is explained in several words. (Newmark, 1988b:83)
Example : “J-dag” could be translated into “the first day that Christmas brews are released in Denmark” or something like that.
6.       Componential analysis: it means "comparing an SL word with a TL word which has a similar meaning but is not an obvious one-to-one equivalent, by demonstrating first their common and then their differing sense components." (Newmark, 1988b:114)
Example : man = [+ male], [+ mature] or woman = [– male], [+ mature] or boy = [+ male], [– mature] or girl = [– male] [– mature] or child = [+/– male] [– mature]. In other words, the word girl can have three basic factors (or semantic properties): human, young, and female.
7.       Synonymy: it is a "near TL equivalent." Here economy trumps accuracy. (Newmark, 1988b:84)
Example : “fin makker” can be translated into “nice guy”, “great dude”, “sympathetic man” etc
8.       Through-translation: it is the literal translation of common collocations, names of organizations and components of compounds. It can also be called: calque or loan translation. (Newmark, 1988b:84)
 Example : The common English phrase "flea market" is a phrase calque that literally translates the French "marché aux puces" ("market of fleas"). The German word "Flohmarkt" also corresponds.
9.       Shifts or transpositions: it involves a change in the grammar from SL to TL, for instance, (i) change from singular to plural, (ii) the change required when a specific SL structure does not exist in the TL, (iii) change of an SL verb to a TL word, change of an SL noun group to a TL noun and so forth. (Newmark, 1988b:86)
Example : in messageboard terminology you will find that when Danish messageboards say “Brugernavns profil”, English language messageboards use “profile of Username”
10.   Modulation: it occurs when the translator reproduces the message of the original text in the TL text in conformity with the current norms of the TL, since the SL and the TL may appear dissimilar in terms of perspective. (Newmark, 1988b:88)
Example : “you are going to be a father” in Arabic will be translated into “You are going to have a child”.
11.   Recognized translation: it occurs when the translator "normally uses the official or the generally accepted translation of any institutional term." (Newmark, 1988b:89)
Example : “secretary of foreign affairs” is typically translated into “udenrigsminister”.
12.   Compensation: it occurs when loss of meaning in one part of a sentence is compensated in another part. (Newmark, 1988b:90)

13.   Paraphrase: in this procedure the meaning of the CBT is explained. Here the explanation is much more detailed than that of descriptive equivalent. (Newmark, 1988b:91)
Example : "The signal was red" might be paraphrased as "The train was not allowed to pass because the signal was red". A paraphrase is usually introduced with a verbum dicendi​—​a declaratory expression to signal the transition to the paraphrase. For example, in "The signal was red, that is, the train was not allowed to proceed," the that is signals the paraphrase that follows.
14.   Couplets: it occurs when the translator combines two different procedures. (Newmark, 1988b:91)

15.   Notes: notes are additional information in a translation. (Newmark, 1988b:91)
Notes can appear in the form of 'footnotes.' Although some stylists consider a translation sprinkled with footnotes terrible with regard to appearance, nonetheless, their use can assist the TT readers to make better judgments of the ST contents. Nida (1964:237-39) advocates the use of footnotes to fulfill at least the two following functions: (i) to provide supplementary information, and (ii) to call attention to the original's discrepancies.

2.2. Strategies of translating allusions

Leppihalme (1997:79) proposes another set of strategies for translating the proper name allusions:
i. Retention of the name:
a.            Using the name as such.
b.            Using the name, adding some guidance.
c.             Using the name, adding a detailed explanation, for instance, a footnote. 
ii.            Replacement of the name by another:
a.            Replacing the name by another SL name.
b.            Replacing the name by a TL name
iii.           Omission of the name:
a.            Omitting the name, but transferring the sense by other means, for instance by a common noun.
b.            Omitting the name and the allusion together.

Moreover, there are nine strategies for the translation of key-phrase allusions which proposed by Leppihalme (1997: 82):
i.              Use of a standard translation,
ii.             Minimum change, that is, a literal translation, without regard to connotative or contextual meaning,
iii.            Extra allusive guidance added in the text,
iv.           The use of footnotes, endnotes, translator's notes and other explicit explanations not supplied in the text but explicitly given as additional information,
v.            Stimulated familiarity or internal marking, that is, the addition of intra-allusive allusion ,
vi.           Replacement by a TL item,
vii.          Reduction of the allusion to sense by rephrasing,
viii.         Re-creation, using a fusion of techniques: creative construction of a passage which hints at the connotations of the allusion or other special effects created by it,
ix.           Omission of the allusion.

Senin, 04 November 2013

assignment 2

 The analysis of translation technique from a translation product, "Sumpah Pemuda"


English
Indonesia
Technique of Translation
The first Indonesian youth congress 
Kongres Pemuda Indonesia pertama
Literal Technique because it was transleted based on the sentence pattern. Then it uses term which is familiar in target language.
was held
yang diadakan
Addition Technique because There is an addition in translating that phrase  by adding the word ‘yang’
a united Indonesia.
negara kesatuan Republik Indonesia.
Calque Technique because it was translated using term that familiar in terget language.
In October 1928, the second Indonesian youth congress was held at three different locations.
Dua tahun kemudian tepatnya pada bulan Oktober 1928, diadakanlah kongres pemuda Indonesia kedua yang dilaksanakan di tiga lokasi yang berbeda.
Addition Technique because There is an addition in translating that sentence  by adding the phrase ‘dua tahun kemudian’
the hope was expressed
terungkaplah harapan
Substitution technique because the original phrase is written in passive but it was translated into active.
The second session saw discussions about educational issues.
Pada sesi kedua diadakan diskusi tentang isu-isu pendidikan

Modulation technique because the writer translates the word saw (melihat)  into diadakan (held) to give proper meaning.
In the third and final session
sedangkan pada sesi ketiga dan sebagai sesi terakhir
Addition technique because the word sedangkan and sebagai is only addition in target language to connect first sentence with the second sentences, so it makes the meaning more clear.
held
yang diadakan
Addition technique because There is an addition in translating that phrase  by adding the word ‘yang’
participants heard the future Indonesian national anthem Indonesia Raya by Wage Rudolf Supratman.
semua peserta mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia “Indonesia Raya”, lagu kebangsaan masa depan Indonesia pada saat, yang diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman.
Addition technique because there is an addition in translatng the sentence by adding the phrase ‘yang diciptakan oleh’

The congress closed with a reading of the youth pledge.
Kongres ditutup dengan pembacaan Sumpah Pemuda.
Reduction technique because  the writer deletes the word ‘a’ in delivering the meaning.
Youth Pledge
Sumpah Pemuda
Equivalent Technique, because it is translated based on the phrase pattern.
Firstly
We the sons and daughters of Indonesia, acknowledge one motherland, Indonesia.
Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia.
Literal technique because it was transleted based on the sentence pattern.
Secondly
We the sons and daughters of Indonesia, acknowledge one nation, the nation of Indonesia.
Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Literal technique because it was transleted based on the sentence pattern.
Thirdly
We the sons and daughters of Indonesia, uphold the language of unity, Indonesian
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Literal technique because it was transleted based on the sentence pattern.

Jumat, 25 Oktober 2013

THE ASSIGNMENT OF TRANSLATION 1


Name: Safitri Dyah U
NIM: 2201411058

Keuntungan Terjemahan
Internet telah menjadi alat penyamarataan yang menghubungkan orang-orang dari seluruh dunia. Hal ini memungkinkan untuk menjalankan bisnis secara global dengan menghubungkan pelanggan-pelanggan dari berbagai negara.
Dibalik semua keuntungan yang dibawa oleh Internet, penguasaan bahasa masih tetap menjadi tantangan bagi bisnis untuk menjangkau konsumen yang lebih besar. Walaupun bahasa Inggris  sudah dianggap sebagai bahasa global yang digunakan untuk berkomunikasi dalam bisnis, banyak negara yang masih memilih untuk berkomunikasi dengan bahasa asli mereka. Terjemahan telah membantu dalam menjembatani sebagian besar dari kesenjangan ini dengan membawa beragam kelompok orang yang berbeda bahasa dan budaya secara bersama-sama, memungkinkan mereka untuk berkomunikasi secara efektif.

Mengapa Terjemahan Menjadi Sangat Penting?
• Hanya sekitar 10% dari orang-orang di dunia yang dapat berbahasa Inggris. Ada kesempatan besar untuk menjangkau pasar lain yang tidak berbahasa Inggris, dengan bantuan layanan terjemahan.
• Penggunaan Internet di seluruh dunia meningkat; orang-orang lebih banyak melakukan transaksi melalui internet daripada yang pernah mereka lakukan sebelumnya. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi anda untuk menerjemahkan konten web yang anda miliki ke dalam bahasa lain.
• Banyak pasar berkembang seperti Cina, Brasil, Meksiko dll, memiliki sedikit sarana komunikasi bisnis dalam bahasa Inggris. Orang-orang di negara-negara tersebut terus berkomunikasi dalam bahasa mereka sendiri. Terjemahan membantu dalam menghadapi hambatan bahasa dan berinteraksi dengan orang-orang di negara-negara tersebut.
• Teks-teks sastra, buku dan novel harus diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa sehingga mereka dapat dibaca oleh orang-orang di negara-negara lain.

Keuntungan dari Terjemahan
1. Mendapat konsumen yang lebih luas: Mengapa tetap menjalankan bisnis secara lokal ketika produk dan jasa Anda dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang lebih besar? Terjemahan dapat membantu bisnis Anda terbuka ke pasar-pasar yang Anda pikir tidak ada sebelumnya.
2. Perdagangan Internet: menjalankan bisnis online saat ini sudah tidak jarang; bahkan jika Anda menargetkan website Anda bagi orang-orang tertentu di suatu negara, Anda akan sering menemukan orang-orang yang datang dari berbagai penjuru dunia yang mengunjungi website Anda. Menerjemahkan konten di situs web Anda dalam berbagai bahasa akan membantu pengunjung dari seluruh dunia untuk memahami penawaran Anda lebih baik dan akan membantu meningkatkan pendapatan penjualan Anda.
3. Teknis terjemahan: banyak perusahaan memiliki teks yang sangat teknis dan slogan-slogan tertentu yang perlu diterjemahkan; hal ini biasanya terlihat pada petunjuk penggunaan barang, produk brosur, dll. Terjemahan membantu mengkonversi dokumen teknis ke dalam berbagai bahasa, dengan demikian membantu konsumen di berbagai lokasi lebih memahami slogan dalam bahasa mereka sendiri.
4. Memahami identitas budaya dan perbedaan: terjemahan secara sederhana menawarkan pandangan yang lebih dalam tentang budaya dan sikap orang dari negara lain. Misalnya, ketika membaca buku berbahasa Inggris dari penulis seperti Shakespeare, Agatha Christie atau George Orwell dalam bahasa lainnya, kita belajar sesuatu tentang budaya atau mentalitas. Pengalaman serupa dapat terjadi ketika menonton film berbahasa asing dengan English subtitles.
5. Perjalanan dan pariwisata: mungkin salah satu dampak terbesar yang terjemahan telah hadapi adalah dalam pariwisata. Terjemahan memungkinkan orang-orang dari satu negara benar-benar menghargai dan memahami budaya dan keindahan dari negara lain.


Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa terjemahan memiliki beberapa manfaat; terjemahan secara tiba-tiba telah membuat dunia yang besar menjadi terasa sangat kecil.